TrustPositif To RPZ Binary

Panduan Instalasi BIND9 DNS Filtering, Response Policy Zone, WhiteList & Google SafeSearch

Debian 12/13 · Ubuntu 22.04/24.04 · BIND9 9.18+ · Production Ready

53
Port DNS
RPZ
Policy Zone
12 jam
Auto Update
v2.6.0 DOC-TRUSTPOSITIF-RPZ-ALSYUNDAWY-2026-08
21 Agustus 2026 Production Ready
Penulis & Maintainer Harry Dertin Sutisna Alsyundawy
Target BIND9 + RPZ TrustPositif — Debian 12/13, Ubuntu 22.04/24.04+
Terakhir Dimutakhirkan 21 Agustus 2026 — 10:31 WIB

Kontak Penulis & Konsultasi

Harry Dertin Sutisna Alsyundawy
ALSYUNDAWY IT SOLUTION
v2.6.0 (21 Agustus 2026) — Documentation Deep Enrichment Current
  • DOC: Memperkaya seluruh section dengan konteks resmi Komdigi, arsitektur RPZ (trigger & action), praktik ISP Indonesia, dan perbandingan BIND9 vs Unbound.
  • DOC: Menambahkan penjelasan Sunat TrustPositif, master/slave konsep DNS, ACL/firewall, dan checklist operasional yang lebih lengkap.
  • UX: Peningkatan keterbacaan, tabel informatif, dan bahasa teknis yang lebih profesional & mudah dipahami.
  • A11Y / SEO: Semantic structure, caption tabel, meta 2026-ready, dan fokus keyboard tetap terjaga.
  • CODE: Review HTML/CSS/JS — copy-to-clipboard, IntersectionObserver, back-to-top, dan responsive layout diverifikasi production-ready.
v2.5.1 (20 Agustus 2026) — Security & Reliability (Script) Previous
  • FIX: setup_rpz_binary mengunduh ke temp file dulu sebelum mengganti binary lama (mencegah data loss).
  • FIX: Duplikasi pesan error pada cleanup_temp_files dihilangkan.
  • SECURITY: Permission eksplisit 644 pada log file.
  • FIX: systemctl enable --now cron setelah instalasi paket cron.
v2.5.0 (20 Agustus 2026) — Multi-Source & Idempotency (Script) Previous
  • Default database RPZ dialihkan ke ALSYUNDAWY DATABASE.
  • Script 100% idempoten; aman dijalankan ulang.
  • Menu pemilihan sumber RPZ via /dev/tty (aman di pipe/curl|bash).
  • Trap pembersihan file sementara, auto rndc.key, deteksi OS diperluas (Debian 13+/Ubuntu 24.04+).
v2.0–v2.4 — Core Features (Script) Archive
  • Auto-install BIND9 + RPZ, WhiteList, Google SafeSearch, multi-source (Alsyundawy / Komdigi / GitHub), auto-update 12 jam.
0

Ringkasan Status Komponen & Arsitektur

Komponen utama yang digunakan dalam panduan instalasi BIND9 DNS Filtering dengan TrustPositif RPZ:

Ringkasan Status Komponen & Arsitektur
Komponen Versi / Status Peran & Catatan
BIND9 (named) 9.18+ DNS recursive resolver + authoritative untuk zona RPZ
Response Policy Zone Aktif DNS firewall — memblokir / rewrite domain berdasarkan policy
TrustPositif Database Multi-Source Alsyundawy / Komdigi / GitHub — daftar domain diblokir
Port Default 53 UDP/TCP Port DNS standar; konflik dengan systemd-resolved ditangani otomatis
Auto Update Cron 12 jam Sinkronisasi database RPZ otomatis via cron
Binary RPZ /usr/local/bin/rpz Database RPZ sebagai binary executable
0.1 Apa itu TrustPositif?

TrustPositif (sering disebut juga Internet Positif atau Nawala di kalangan pengguna) adalah sistem penyaringan konten internet resmi yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia — sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Portal resmi saat ini: trustpositif.komdigi.go.id.

Database TrustPositif berisi daftar domain/URL yang dikategorikan bermuatan negatif: pornografi, perjudian online (judol/judi slot), penipuan, malware, konten radikal, dan pelanggaran regulasi lainnya. Berdasarkan praktik ISP, mayoritas entri dalam beberapa tahun terakhir didominasi domain perjudian online.

Seluruh Internet Service Provider (ISP) berlisensi di Indonesia wajib menyinkronkan daftar ini ke jaringan mereka. Metode paling umum adalah DNS filtering: saat pengguna menanyakan domain terblokir, DNS ISP mengembalikan alamat halaman blokir (walled garden), bukan IP asli server tujuan.

0.2 Apa itu Response Policy Zone (RPZ)?

Response Policy Zone (RPZ) adalah kerangka kerja terbuka (vendor-neutral) yang memungkinkan DNS resolver memodifikasi respons berdasarkan kebijakan lokal. RPZ sering disebut DNS firewall: aturan policy disimpan dalam zona DNS khusus, lalu diterapkan pada query atau jawaban yang cocok.

Trigger utama yang didukung BIND9 dan Unbound antara lain:

  • QNAME — nama domain yang ditanyakan (paling sering dipakai untuk blocklist TrustPositif)
  • Client IP — alamat IP klien yang query
  • Response IP — alamat IP yang muncul di jawaban asli
  • NSDNAME / NSIP — nama atau IP nameserver otoritatif

Aksi policy yang umum: NXDOMAIN (domain tidak ada), NODATA, CNAME ke halaman blokir (mis. lamanlabuh.resolver.id), PASSTHRU (lewati policy), DROP, atau TCP-only.

RPZ didukung secara native oleh BIND9 (sejak 9.8+, matang di 9.10+) dan Unbound (sejak 1.10+). Script ini fokus pada BIND9 karena ekosistem ISP Indonesia, fleksibilitas multi-zona, dan kesesuaian dengan distribusi zone file resmi/semi-resmi.

0.3 Mengapa Membangun DNS TrustPositif Sendiri?
Manfaat DNS Recursive + RPZ TrustPositif Mandiri
ManfaatPenjelasan
Compliance ISP / PSEMemenuhi kewajiban pemblokiran sesuai regulasi Komdigi tanpa bergantung penuh pada DNS pihak ketiga
Kontrol penuhAnda memilih sumber database, whitelist, SafeSearch, dan kebijakan update
Privasi & latensiQuery tetap di jaringan Anda; tidak perlu forward semua query ke resolver publik
Audit & loggingLog RPZ lokal memudahkan investigasi false positive dan pelaporan
SkalabilitasSiap untuk master/slave, anycast, atau multi-instance di skala ISP
1

Pendahuluan — DNS, TrustPositif, RPZ & BIND9

1.1 Cara Kerja DNS Filtering dengan RPZ

Proses dasar filtering DNS via RPZ pada BIND9 dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Query masuk: Klien mengirim query DNS (misalnya A/AAAA untuk domain.xyz) ke resolver BIND9 di port 53.
  2. Pemeriksaan ACL: BIND memastikan klien diizinkan query/recursion (allow-query / allow-recursion).
  3. RPZ lookup: Sebelum (atau bersamaan dengan) rekursi normal, BIND mencocokkan QNAME (dan trigger lain jika dikonfigurasi) terhadap zona policy TrustPositif.
  4. Policy action: Jika cocok, BIND menerapkan aksi — biasanya CNAME ke halaman blokir (walled garden) atau NXDOMAIN — tanpa meneruskan query ke internet.
  5. Respons ke klien: Klien menerima jawaban policy; browser/aplikasi mengarah ke halaman pemblokiran, bukan ke server asli.
  6. Domain aman: Jika tidak ada match RPZ (atau ada PASSTHRU dari whitelist), query diproses normal: cache, rekursi, atau forwarder.
1.2 Mengapa BIND9 + RPZ?
Perbandingan Solusi DNS Filtering
SolusiKeunggulanKeterbatasan
BIND9 + RPZ Standar industri ISP, multi-zona (hingga puluhan policy zone), mature, open-source, dokumentasi luas Konsumsi memori lebih tinggi untuk zona sangat besar; konfigurasi lebih verbose
Unbound + RPZ Ringan, modern, recursive-first, performa bagus di edge/small resolver Ekosistem operasional ISP Indonesia lebih banyak memakai BIND; fitur enterprise berbeda
Pi-hole / AdGuard Home UI mudah, cocok home lab & jaringan kecil Bukan fokus compliance TrustPositif / skala ISP; model blocklist berbeda
Squid + SquidGuard Filtering di layer HTTP/HTTPS; historis dipakai Trust+ Positif versi lama Tidak menangkap semua traffic (DoH, non-HTTP); butuh proxy di path pengguna

Pilihan BIND9 + RPZ selaras dengan praktik banyak ISP yang menerima zone transfer atau file zone TrustPositif dan menerapkannya sebagai response-policy di recursive resolver.

1.3 Arsitektur TrustPositif To RPZ Binary
  • BIND9 Daemon (named): Recursive resolver yang menerima query dan menerapkan policy RPZ.
  • Zona RPZ TrustPositif: Zone file berisi daftar domain + aksi (sering CNAME ke lamanlabuh.resolver.id atau sejenis).
  • Binary /usr/local/bin/rpz: Database RPZ yang diunduh dari sumber pilihan (Alsyundawy / Komdigi / GitHub) dan dijadikan executable lokal.
  • WhiteList Zone: Domain yang dikecualikan dari pemblokiran (aksi PASSTHRU).
  • SafeSearch Zone: Memaksa endpoint SafeSearch Google/YouTube/Bing untuk jaringan pendidikan atau instansi.
  • Cron job: Update database RPZ otomatis setiap 12 jam.
  • Konfigurasi named: named.conf.options (response-policy, recursion, ACL) dan named.conf.local (definisi zona).
1.4 Konsep Master / Slave (Opsional Skala ISP)

Pada skala ISP, satu node dapat menjadi master yang memelihara zona RPZ, sementara node lain menjadi slave yang menerima zone transfer (AXFR/IXFR) dari master atau dari server distribusi resmi. Script one-line ini menyiapkan node recursive standalone yang siap production; untuk cluster multi-node, Anda dapat menambahkan konfigurasi slave dan ACL transfer setelah instalasi dasar berhasil.

1.5 Mengapa Menggunakan Script Ini?
Keunggulan TrustPositif To RPZ Binary
KeunggulanManfaat
One-line installInstalasi BIND9 + RPZ + hardening dalam satu perintah
Multi-source databasePilih Alsyundawy (cleaned), Komdigi, atau GitHub mirror
WhiteList & SafeSearchKontrol pengecualian dan SafeSearch untuk pendidikan/instansi
IdempotenAman dijalankan berulang kali tanpa error konflik port
Auto update 12 jamDatabase RPZ tetap sinkron tanpa intervensi manual
Port 53 conflict handlerMenangani systemd-resolved dan named yang sudah berjalan
Security hardenedTrap cleanup, validasi unduhan, permission, rndc.key otomatis
2

Persyaratan Sistem

Sebelum menjalankan script, pastikan server memenuhi persyaratan berikut. Script akan memeriksa sebagian besar kondisi secara otomatis.

Distribusi Linux yang Didukung
Distribusi Versi Minimum Catatan
Ubuntu 22.04 LTS Direkomendasikan 24.04+
Debian 12 (Bookworm) Debian 11 (Bullseye) masih didukung; 13+ (Trixie) didukung
Rekomendasi Hardware
Rekomendasi Hardware
SkalaCPURAMDiskKeterangan
Personal / Lab2 Core8 GB20 GBMinimum resmi; cocok testing
Small ISP / Kantor4 Core16 GB40 GBDirekomendasikan untuk production
Medium–Large ISP8+ Core32+ GB100+ GBHigh QPS; pertimbangkan multi-instance / anycast

Database TrustPositif dapat mencapai ratusan MB (tergantung sumber dan tingkat pembersihan). Pastikan RAM cukup agar zona RPZ termuat di memori tanpa thrashing. Untuk performa stabil di production, prioritaskan 16 GB RAM atau lebih.

Persyaratan Wajib
  • Superuser privileges (root atau sudo) — script menulis konfigurasi sistem dan mengelola service
  • Network interface aktif dengan akses internet (unduh paket APT & database RPZ)
  • Distribusi berbasis systemd
  • Bash ≥ 4.0
  • Port 53 UDP/TCP tersedia, atau siap dilepas dari systemd-resolved / layanan DNS lain
  • Waktu sistem tersinkronisasi (NTP) — penting untuk validasi sertifikat TLS saat unduh dan logging akurat
Persiapan Manual yang Disarankan
  • Pastikan hostname dan /etc/hosts konsisten (script juga memperbaiki pola 127.0.1.1 Debian/Ubuntu)
  • Jika server virtual, sediakan akses outbound HTTPS (443) ke GitHub raw content
  • Backup konfigurasi DNS lama jika server sudah menjalankan named/bind9
3

Instalasi Cepat (Quick Start)

Jalankan sebagai root (atau via sudo). Script bersifat interaktif untuk pemilihan sumber RPZ.

3.1 One-Line Installer (Recommended)
Bash — curl
curl -sSL https://raw.githubusercontent.com/alsyundawy/TrustPositif-To-RPZ-Binary/refs/heads/main/bind9_dns_rpz_setup_configurator.sh | bash
Bash — wget
wget -qO- https://raw.githubusercontent.com/alsyundawy/TrustPositif-To-RPZ-Binary/refs/heads/main/bind9_dns_rpz_setup_configurator.sh | bash
3.2 Apa yang Dilakukan Script Secara Otomatis?
  • Deteksi OS (Debian 11+/Ubuntu 22.04+) dan tipe virtualisasi (KVM/VMware)
  • Penanganan konflik Port 53 (systemd-resolved, named yang sudah berjalan)
  • Instalasi paket BIND9, bind9utils, dnsutils, cron, dan dependensi
  • Unduhan konfigurasi named.conf.options, named.conf.local, whitelist & safesearch zones
  • Pemilihan sumber database RPZ (Alsyundawy / Komdigi / GitHub)
  • Penempatan binary RPZ di /usr/local/bin/rpz
  • Penjadwalan cron update setiap 12 jam
  • Validasi konfigurasi BIND, generate rndc.key jika belum ada, reload named
  • Perbaikan /etc/resolv.conf agar mengarah ke 127.0.0.1
3.3 Verifikasi Pasca-Instalasi
Bash — Verifikasi
# Status service
sudo systemctl status bind9
# atau
sudo systemctl status named

# Port listening
sudo ss -tulnp | grep :53

# Test query domain terblokir (harus mengarah ke policy / lamanlabuh)
dig @127.0.0.1 example-blocked-domain.com

# Test query domain normal
dig @127.0.0.1 google.com

# Cek konfigurasi
sudo named-checkconf
sudo named-checkzone rpz /etc/bind/zones/...   # sesuaikan path zona

# Log
sudo journalctl -u bind9 -f -n 50
# atau
tail -f /var/log/install_bind9_rpz.log
4

Fitur Utama

  • Auto Install & Konfigurasi: BIND9 + RPZ dalam satu perintah — tanpa konfigurasi manual berjam-jam.
  • WhiteList Support: Kelola daftar putih domain yang tidak diblokir (passthru).
  • Google SafeSearch: Paksa SafeSearch untuk Google, YouTube, Bing — cocok jaringan pendidikan/instansi.
  • Multi-Source Database: Pilih sumber RPZ: ALSYUNDAWY (default, cleaned), KOMDIGI, atau GITHUB mirror.
  • Idempoten & Aman: Script aman dijalankan berulang kali tanpa error konflik port.
  • Auto Update 12 Jam: Sinkronisasi database RPZ via cron secara otomatis.
  • Port 53 Conflict Handler: Menangani systemd-resolved dan named yang sudah berjalan.
  • Validasi Konfigurasi: named-checkconf sebelum reload.
  • Binary RPZ Terpisah: Database sebagai executable di /usr/local/bin/rpz.
  • Deteksi Virtualisasi: Auto-install guest tools (VMware/KVM).
  • Security Hardened: Permission management, cleanup trap, secure download, rndc.key otomatis.
5

Sumber Database RPZ

Saat instalasi, script menampilkan menu pemilihan sumber database RPZ. Semua opsi disimpan sebagai binary lokal /usr/local/bin/rpz.

Pilihan Sumber Database RPZ
OpsiSumberKeteranganRekomendasi
1. ALSYUNDAWY rpz-alsyundawy-database Database cleaned & optimized (Sunat TrustPositif) — default Sangat disarankan
2. KOMDIGI rpz-komdigi-database Database mendekati sumber resmi Komdigi Untuk compliance ketat
3. GITHUB rpz-github-database Mirror dari repository GitHub Fallback / mirror

Pilihan sumber disimpan sebagai binary lokal yang sama (/usr/local/bin/rpz). Anda dapat mengganti sumber dengan menjalankan ulang installer dan memilih opsi lain — script bersifat idempoten.

6

WhiteList & Google SafeSearch

Script mengunduh zona whitelist dan safesearch dari repository. File berada di /etc/bind/zones/.

6.1 WhiteList

Zona whitelist menggunakan aksi PASSTHRU agar domain tertentu tidak kena policy blokir. Edit file alsyundawy_whitelist.zones untuk menambah domain yang dikecualikan, lalu reload BIND:

Bash
# Edit whitelist
sudo nano /etc/bind/zones/alsyundawy_whitelist.zones

# Contoh entri (sesuaikan format zona yang dipakai script)
# example.com CNAME rpz-passthru.
# *.example.com CNAME rpz-passthru.

# Validasi & reload
sudo named-checkconf
sudo rndc reload
# atau
sudo systemctl reload bind9
6.2 Google SafeSearch

Zona SafeSearch memaksa resolusi Google, YouTube, dan mesin pencari lain ke endpoint SafeSearch. Berguna untuk jaringan sekolah, kampus, atau kantor yang ingin membatasi konten pencarian.

File: /etc/bind/zones/alsyundawy_safesearch.zones. Pastikan zona ini di-include dalam response-policy di named.conf.options.

7

Manajemen Post-Installation & Update

Database RPZ diperbarui otomatis setiap 12 jam via cron. Anda juga dapat memperbarui manual.

7.1 Update Manual Database RPZ
Bash
# Jalankan ulang binary RPZ (jika binary mendukung update)
sudo /usr/local/bin/rpz

# Atau unduh ulang dari sumber yang dipilih lalu reload
# (sesuaikan URL sesuai sumber yang Anda pilih saat instalasi)
sudo systemctl reload bind9
# atau
sudo rndc reload
7.2 Menjalankan Ulang Installer

Karena script idempoten, Anda dapat menjalankan ulang one-liner installer kapan saja untuk memperbarui konfigurasi atau mengganti sumber database RPZ tanpa merusak instalasi yang sudah ada.

Bash
curl -sSL https://raw.githubusercontent.com/alsyundawy/TrustPositif-To-RPZ-Binary/refs/heads/main/bind9_dns_rpz_setup_configurator.sh | bash
7.3 Log & Monitoring
Bash
# Log instalasi
cat /var/log/install_bind9_rpz.log

# Log BIND (jika channel RPZ dikonfigurasi)
sudo journalctl -u bind9 -f
# atau
sudo tail -f /var/log/named/rpz.log   # jika path logging RPZ diaktifkan

# Cek cron
sudo crontab -l
ls -la /etc/cron.* 2>/dev/null | head
8

Keamanan & Hardening Defaults

  • Permission management: File konfigurasi dan binary diatur kepemilikan & mode yang aman.
  • Cleanup trap: File sementara dihapus otomatis saat interupsi atau error.
  • Secure download: Unduhan via temp file di /tmp, validasi ukuran minimal, overwrite atomik.
  • rndc.key: Di-generate otomatis dengan permission 640 (root:bind) jika belum ada.
  • /etc/resolv.conf: Izin distandarisasi ke 644 (root:root).
  • Log file: /var/log/install_bind9_rpz.log dengan permission 644.
  • Idempotency: Mengurangi risiko konfigurasi rusak saat re-run.
8.1 Rekomendasi ACL & Firewall
  • Batasi allow-query dan allow-recursion ke subnet klien yang dipercaya (contoh: LAN kantor, CGNAT pelanggan).
  • Jangan expose recursive DNS terbuka ke internet publik — risiko amplifikasi DNS dan abuse sangat nyata.
  • Buka port 53 UDP/TCP hanya dari sumber yang diperlukan; kunci SSH dan management plane terpisah.
  • Gunakan firewall host (ufw / nftables) atau security group cloud secara konsisten.
  • Jika menyediakan DNS untuk pelanggan, dokumentasikan policy filtering dan prosedur whitelist/false-positive.
8.2 Logging RPZ (Opsional tetapi Disarankan)

Aktifkan channel logging kategori rpz di named.conf agar setiap rewrite policy tercatat. Log ini membantu audit, investigasi false positive, dan pelaporan operasional. Batasi ukuran dan rotasi log agar disk tidak penuh.

9

Troubleshooting & Diagnostic

Troubleshooting Umum
Gejala Penyebab Umum Solusi
Port 53 already in use systemd-resolved atau named lain aktif Script menangani otomatis; manual: disable systemd-resolved, restart bind9
Domain terblokir masih bisa diakses Klien belum pakai DNS ini / cache / DoH Pastikan klien mengarah ke IP server; flush cache; nonaktifkan DNS-over-HTTPS di browser
Domain aman ikut terblokir False positive di database Tambahkan ke whitelist zone, lalu rndc reload
named gagal start Syntax error di named.conf / zona named-checkconf; perbaiki; cek journalctl -u bind9
Update RPZ gagal Jaringan / URL sumber down Cek konektivitas; jalankan ulang installer atau unduh manual
Memori tinggi / OOM Zona RPZ sangat besar Naikkan RAM; gunakan sumber Alsyundawy (lebih ringan); pertimbangkan split zone
Live Monitoring
# Status
systemctl status bind9

# Log real-time
journalctl -u bind9 -f -n 100

# Port
ss -tulnp | grep -E ':53|named'

# Test policy
dig @127.0.0.1 +short domain-terblokir.example
dig @127.0.0.1 +short google.com
10

Best Practices Operasional

MUST — Wajib
  • Jangan expose recursive DNS terbuka ke internet publik (risiko amplifikasi)
  • Batasi allow-query / allow-recursion ke subnet klien yang berwenang
  • Backup konfigurasi /etc/bind dan binary RPZ sebelum perubahan besar
  • Pantau log dan status service setelah instalasi serta setelah update
  • Pastikan cron update RPZ aktif dan berjalan
SHOULD — Disarankan
  • Gunakan sumber ALSYUNDAWY DATABASE (default) untuk daftar yang lebih bersih
  • Kelola whitelist untuk domain kritis bisnis agar tidak false-positive
  • Aktifkan logging kategori RPZ untuk audit pemblokiran
  • Update sistem dan paket BIND secara berkala
  • Dokumentasikan sumber RPZ yang dipilih dan tanggal instalasi
AVOID — Hindari
  • Menjalankan recursion terbuka tanpa ACL
  • Menghapus zona whitelist/safesearch tanpa memahami dampaknya
  • Menonaktifkan update otomatis tanpa mekanisme pengganti
  • Menyimpan kredensial atau secret di client-side / log publik
11

Ringkasan, Summary & Kesimpulan

11.1 Ringkasan Teknis Arsitektur

Panduan ini membahas instalasi dan operasional BIND9 DNS Filtering dengan Response Policy Zone (RPZ) berbasis database TrustPositif Komdigi, menggunakan script maintained dari repository alsyundawy/TrustPositif-To-RPZ-Binary.

Script mengotomatiskan: deteksi OS, penanganan konflik port 53, instalasi BIND9, unduhan konfigurasi & binary RPZ, pemilihan multi-sumber database, WhiteList, Google SafeSearch, penjadwalan update 12 jam, validasi konfigurasi, dan hardening dasar.

Insight Utama: BIND9 + RPZ tetap menjadi pilihan andal bagi operator yang ingin membangun DNS recursive + filter TrustPositif sendiri seperti praktik ISP di Indonesia. Kombinasikan dengan ACL ketat, whitelist yang dikelola, dan update rutin agar layanan tetap aman, stabil, dan compliant.
11.2 Deployment Checklist
Summary Checklist Operasional
AspekKomponen / TindakanStatus Target
InstalasiBIND9, RPZ binary, named.conf, zonesSelesai; named active
Sumber RPZAlsyundawy / Komdigi / GitHubDipilih & terunduh
WhiteList & SafeSearchZona passthru & SafeSearchTerpasang
Auto UpdateCron 12 jamAktif
ACL / Firewallallow-query, port 53 terbatasDikonfigurasi
Verifikasidig domain terblokir & domain amanPolicy bekerja
11.3 Langkah Berikutnya
1. Arahkan Klien

Set DNS klien/router ke IP server BIND9. Uji dengan dig dan akses domain terblokir vs domain aman.

2. Kelola WhiteList

Tambahkan domain bisnis kritis ke whitelist agar tidak false-positive. Reload setelah perubahan.

3. Hardening Berkelanjutan

Pantau log, jaga cron update, batasi ACL, dan backup konfigurasi secara rutin.

11.4 Kesimpulan

Dengan mengikuti panduan ini — dari pemahaman TrustPositif & RPZ, persiapan sistem, one-line install, hingga best practices — operator memperoleh server DNS production-ready yang:

  • Siap melayani filtering TrustPositif dalam hitungan menit
  • Mendukung multi-sumber database (Alsyundawy cleaned, Komdigi, GitHub)
  • Dilengkapi WhiteList dan Google SafeSearch
  • Update otomatis setiap 12 jam
  • Idempoten dan hardened untuk operasi yang aman
Status akhir — Production Ready: Server yang diinstal mengikuti langkah MUST dan SHOULD dalam panduan ini siap untuk production. Arahkan klien ke DNS server ini, verifikasi policy blokir, kelola whitelist, dan pantau log secara berkala.
Dokumentasi teknis berdasarkan repository TrustPositif-To-RPZ-Binary oleh ALSYUNDAWY IT Solution — BIND9, RPZ & TrustPositif production